Jumat, 05 Oktober 2012

Penggunaan Media Kartu Tempel Melalui Model Pembelajaran Veni, Vidi, Vici Untuk Meningkatkan Aktifitas Siswa Kelas Dua Dalam Tema Lingkungan.


A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Pada proses pembelajaran, kegiatan siswa belajar dan guru mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Artinya bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pembelajaran banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik dan guru sebagai pendidik (Endang T.S: 2012).
Namun demikian, tidaklah mudah bagi seorang guru kelas bawah di sekolah dasar untuk mewujudkan tercapainya hasil pembelajaran yang maksimal tanpa perencanaan yang matang dan pengelolaan yang tepat. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tidak maksimalnya hasil pembelajaran, diantaranya adalah jumlah siswa yang melebihi target rombongan belajar (rombel) dalam satu kelas, latar belakang siswa yang bervariasi, peran guru yang kurang aktif, serta pemilihan media dan metode pembelajaran yang kurang tepat sehingga menyebabkan siswa menjadi pasif bahkan tidak mengerti dengan materi yang diterimanya.
Upaya yang dapat dilakukan oleh guru sebagai seorang fasilitator bagi siswanya adalah dengan memilih alat bantu atau media pembelajaran yang benar-benar dapat mengaktifkan siswa dengan memperhatikan kemajemukan individu siswa dan lingkungan di mana mereka berada sehingga dapat menjadi sarana komunikasi dan pembelajaran akan terasa lebih bermakna bagi siswa.
Dalam pendekatan tematik, guru juga harus mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan tema pembelajaran. Strategi yang digunakan untuk menggabungkan beberapa indikator dari   standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berbeda dalam satu tema diharapkan dapat menyenangkan, menantang, mendorong siswa untuk bereksplorasi, memberi pengalaman sukses dan dapat mengembangkan kecakapan berfikir.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis sangat tertarik untuk mengkaji lebih mendalam tentang masalah kurang aktifnya siswa kelas dua dalam tema lingkungan yang dituangkan dalam sebuah judul Penggunaan Media Kartu Tempel Melalui  Model Pembelajaran Veni, Vidi, Vici  Untuk Meningkatkan Aktifitas Siswa Kelas Dua Dalam Tema Lingkungan.
2.      Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam kertas kerja ini adalah bagaimana penggunaan media kartu tempel melalui model pembelajaran veni, vidi, vici untuk meningkatkan aktifitas siswa kelas dua dalam tema lingkungan?
3.      Tujuan dan Manfaat
Tujuan penulisan kertas kerja ini adalah untuk mengetahui gambaran umum Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, proses pembelajaran dan tingkat keberhasilan siswa dengan menggunakan media kartu tempel melalui model pembelajaran veni, vidi, vici.
 Adapun manfaat  dari penulisan kertas kerja ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru dalam merancang dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, meningkatkan kreatifitas guru dalam mengembangkan proses pembelajaran di sekolah, menambah wawasan guru dalam menyajikan pembelajaran yang sesuai dengan karakterisrik siswa Sekolah Dasar, menanamkan sikap kreatifitas dan percaya diri siswa dalam memecahkan masalah, meningkatkan aktifitas siswa selama berlangsungnya pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa.

B.     KAJIAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
1.      Media pembelajaran Kartu Tempel
Kartu adalah sebuah objek kecil tipis datar, umumnya terbuat dari kertas tebal atau plastik (http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu). Media pembelajaran kartu  tempel merupakan sebuah alat berupa kartu berperekat di bagian belakang yang terbuat dari kertas berwarna dengan gambar dan tulisan yang menarik yang digunakan sebagai perantara untuk menyalurkan pesan atau informasi yang berisi materi pembelajaran sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa yang masih pasif supaya aktif dalam pembelajaran.
2.      Model pembelajaran Veni, Vidi, Vici
Veni, vidi, vici adalah kalimat Bahasa Latin yang terkenal, berasal dari Julius Caesar, jenderal dan konsul Romawi pada tahun 47 SM. Kalimat tersebut memiliki  arti saya datang, saya melihat, saya menang/menaklukkan (http://id.wikipedia.org/wiki/Veni, vidi, vici).
Model pembelajaran Veni, Vidi, Vici adalah sebuah model pembelajaran yang dirancang untuk siswa yang telah datang ke sekolah supaya melihat dan terlibat langsung dalam pembelajaran yang sifatnya kompetisi dalam kelompok sehingga memacu keaktifan dan kerjasama antar siswa.

3.      Pendekatan Tematik menggunakan media kartu tempel melalui model pembelajaran Veni, Vidi, Vici
Pendekatan tematik merupakan proses pembelajaran yang menggunakan tema dalam  mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi inti pembicaraan (Poerwadinata: 1983 dalam Masnur Muslich: 2007). Pembelajaran tematik lebih menitikberatkan pada keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Guru hanya berperan sebagai fasilitator yang bertugas mengemas dan merancang pengalaman belajar dengan tehnik PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) yang akan memengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Oleh karena itu, dengan sendirinya siswa dapat menemukan dan memahami konsep-konsep materi yang telah mereka pelajari dari hasil latihan dan pengalaman langsung.
Aplikasi dari penggunaan media kartu tempel melalui model Veni, Vidi Vici dan dalam tema lingkungan di kelas dua adalah sebagai berikut:
1.      Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan karakteristik dan tema pembelajaran.
2.      Setiap kelompok diberi tugas berupa latihan yang harus dikerjakan dengan cara menempelkan pilihan jawaban yang benar pada kartu.
3.      Bagi kelompok yang telah menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat diberi penghargaan berupa bintang prestasi sebanyak jumlah poin jawaban yang benar.
4.      Kelompok yang mendapat bintang prestasi paling banyak dinyatakan sebagai juara atau pemenang.
C.    DESKRIPSI LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
1.      Rancangan dan proses pembuatan media kartu tempel
a)      Alat dan bahan yang diperlukan adalah kertas lebar berwarna, kata atau gambar pilihan, isolasi bening, double tip dan gunting.
b)      Buatlah soal pada kertas lebar berwarna kemudian tutup seluruh permukaan kertas tersebut dengan isolasi.
c)      Guntinglah dengan rapi semua kata atau gambar pilihan kemudian bungkus dengan isolasi sehingga seluruh permukaan depan dan belakang tertutup.
d)     Tempelkan dobel tip di permukaan belakang kata atau gambar pilihan.
2.      Prosedur penggunaan media kartu tempel dalam pembelajaran
a)      Ketua kelompok maju untuk mengambil amplop yang tersedia di meja guru.
b)      Siswa membuka amplop kemudian menghitung jumlah kartu yang ada di dalamnya.
c)      Siswa memastikan jumlah kartu lengkap 
d)     Siswa mendiskusikan kata atau gambar yang tepat untuk melengkapi soal pada kartu
e)      Jika kata atau gambar yang tepat sudah terpilih, dilanjutkan dengan membuka perekat di belakang kata atau gambar pilihan kemudian menempelkannya ke dalam kotak di kartu
f)       Kegiatan menempel dilakukan sampai kata atau gambar pilihan habis
g)      Siswa meriksa kelengkapan isi kotak.
h)      Siswa menyerahkan kembali kartu tersebut kepada guru untuk ditukar dengan bintang prestasi
3.      Evaluasi kebermanfaatan media kartu tempel
a)      Alat dan bahan yang digunakan mudah didapat dengan harga ekonomis.
b)      Media dapat dipakai berulang-ulang.
c)      Dengan media kartu tempel proses pembelajaran menjadi lebih menarik
d)     Materi pembelajaran tersampaikan dengan seragam.
e)      Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
f)       Penyampaian informasi, deskripsi prinsip, konsep maupun proses yang bersifat abstrak menjadi lebih jelas dan lengkap.
g)      Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif
h)      Semua siswa dipastikan berperan aktif dalam mengerjakan tugas.

DAFTAR PUSTAKA
Endang Tuti S. 2012. Pengaruh Manajemen Pembiayaan Pendidikan Sekolah Dan            Latar Belakang Pendidikan Guru  Terhadap Mutu Hasil Pendidikan ( Studi pada Madrasah Ibtidaiyah Swasta se Kecamatan Lakbok Kab. Ciamis). Tesis Universitas Galuh. Tidak diterbitkan.

Masnur Muslih. 2009. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual,             Jakarta: Bumi Aksara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar