Jumat, 15 April 2011

Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi Sistem Pendidikan

1. Kenapa perencanaan pendidikan itu sangat penting ?
Jawab :
Perencanaan pendidikan penting, karena :
a) Mutu pendidikan nasional perlu terus ditingkatkan, supaya dapat memenuhi tantangan dan harapan dimasa yang akan datang.
b) Dengan perencanaan itu sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan dari sejumlah pilihan, dan dapat mengetahui arah yang akan ditetapkan.
c) Akan mengurangi resiko ketidak pastian dengan memusatkan perhatian pada sasaran.
d) Adanya keterbatasan yang dimiliki baik sumber daya, dana, maupun sarana, sedangkan kebutuhan semakin banyak.
e) Perencanaan mengubah konseptual dalam mengubah posisi saat ini ke posisi yang diinginkan yang lebih baik.
2. Apa yang dimaksud dengan perencanaan innovative dan apa penomena perencanaan innovatif itu ?
Jawab :
Perencanaan inovatif ialah suatu proses perencanaan yang menitik beratkan pada perubahan fungsi dan wawasan kelembagaan dalam masalah, melalui pemecahan, gagasan dan kegiatan baru secara terpadu dan menjadi lebih baik.
Penomena perencanaan inovatif :
a) Tidak terikat oleh perencanaan alokatif
b) Berorientasi pada kegiatan pembaharuan program lembaga-lembaga pendukung
c) Terdapat hubungan yang erat antara perencanaan kebijakanan, dan keputusan politik untuk melaksanakan program
d) Di dalam perumusan tujuan perlu di sosialisasikan
e) Perlu didukung oleh data dan informasi yang akurat dan dana yang memadai
3. Menurut Henry Mintaberg ada lima tahap dalam strategi perencanaan, tulis ke lima tahap berikut penjelasanya.
Jawab :
a) Locating planning, yaitu penetapan sekolah mana yang menjadi sasaran perencanaan, bidang apa yang manjadi skala prioritas, aktivitas apa yang terjadi dengan perencanaan.
b) Distigguising Planing, yaitu penampilan yang berbeda dari yang lain dari berbagai aspek pengembangan, seperti pelayanan, mutu lulusan, proses penampilan ciri khasnya.
c) Elaboring : yaitu teobosan penampilan ganda, baik segmen lama maupun segmen baru, yang yang dapat menjebatani jarak sekolah dengan masyarakat.
d) Extending Plan : yaitu diverifikasi atau penganekaragaman program pendidikan untuk memenuhi jaringan kerja dengan sector di luar pendidikan.
e) Reconceiving Plan : yaitu perencanaan korporasi dan mikrokorporasi pendidikan melalui perencanaan integration dan diverifikation, melalui deskripsi ringkas, agar dapat diimplementasikan pada tingkat mikro atau sekolah.
4. Di dalam menyusun perencanaan pendidikan perlu memperhatikan pengaruh astagrata. Apa yang dimaksud dengan Astragarta dan jelaskan kedelapan unsur tersebut.
Jawab.
a) Ideologi, yaitu perencanaan harus mempertimbangkan adat istiadat dan cita-cita masyarakat,
b) Politik, yaitu perencanaan mudah diterima oleh masyarakat, sehingga kebijakan perencanan mendapat dukungan seluruh lapisan masyarakat.
c) Ekonomi, yaitu perencanaan harus mempertimbangkan keadaan ekonomi masryarakat,
d) Sosial, yaitu perencanaan harus sesuai dengan kondisi sosial masyarakat setempat,
e) Budaya, yaitu perencanaan pendidikan dapat dapat mempertahankan dan mengembangkan budaya setempat menuju arah moderenisasi,
f) Pertahanan, yaitu setiap parencanaan harus tetap mempertahankan etika, moral dan akhlak,
g) Keamanan, perencanaan pendidikan jangan menimbulkan gejolak, tetapi harus menjamin rasa aman dan nyaman,
h) Pemerataan, yaitu harus menjamin prinsip keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
5. Apa yang dimaksud dengan karakteristik perencanaan pendidikan itu ?
Jawab.
Karakteristik perencanaan pendidikan itu, adalah :
a. Perencanaan merupakan model pengambilan keputusasn secara rasional dalam menetapkan tindakan untuk mencapai tujuan,
b. Perencanaan berorientasi pada perubahan dari masa sekarang kemasa depan yang lebih baik,
c. Perencanaan merupakan proses yang sistematis
d. Perencanaan melibatkan orang-orang ke dalam suatu proses untuk mencapai masa depan yang diinginkan,
e. Perencaan memberi arah mengenai kapan pelaksanaanya, bagaimana caranya dan siapa yang terlibat dalam pelaksanaanya,
f. Perencaan mengandung perkiraan biaya, tenaga dan semua kegiatan termasuk faktor pendukung dan penghambat, termasuk juga resiko yang mungkin terjadi,
g. Perencanaan berhubungan dengan penentuan prioritas dan urutan tindakan berdasarkan urgensinya, relevan dengan tujuan yang ingin dicapai.
6. Bagaimana rekontruksi perencanaan pendidikan agar member manfaat bagi masyarakat pendidik maupun masyarakat luas ?
Jawab.
a. Usahakan agar kapasitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan relevan dengan kebutuhan masyarakat,
b. Ciptakan iklim belajar sepanjang hayat berbasis masyarakat,
c. Penekanan pengembangan pendidikan lebih berpihak kepada masyarakat,
d. Sosialisasikan program-progam pendidikan menggunakan teknologi informasi berwawasan kemasyarakatan,
e. Tingkatkan perhatian afirmatif dan antisipatif terhadap kelompok yang memerlukan.
7. Kenapa antara perencanaan pendidikan dengan implementasi pendidikan itu tidak sinkron ?
Jawab.
a. Karena antara konsep rencana dengan implementasi yang telah digariskan seringkali berbeda kenyataan di lapangan, sehingga optimalisasi kinerja sistem pendidikan belum sesuai dengan harapan.
b. Karena paradigma lama system pendidikan yang bersifat sertralisasi telah bergeser menjadi desentralisasi, maka perencanaan pendidikan terpokus pada kebijakan pengelolaan masing-masing,
c. Proses pembelajaran di Indonesia umumnya tidak mengikuti taksonomi dimensi pengetahuan yang akan dicapai
d. Pembelajaran yang dipraktekan berbentuk penyampaian secara searah (lecturing) atau tatap muka
e. Siswa kesulitan untuk menangkap makna esensi materi, sehingga kegiatan belajar sebatas membuat catatan yang kebenaranya diragukan,
8. Bagaimana proses perencanaan pendidikan dan model pendekatan perencanaan pendidikan menurut Banghart dan Truli :
Jawab.
Proses perencanaan pendidikan :
Kegiatan perencanaan adalah kegiatan yang sistemik dan sequensial, karena itu kegiatan-kegiatan dalam proses penyusunan perencanaan dan pelaksanaan perencanaan memerlukan tahapan-tahapan yang sesuai dengan karakteristik perencanaan yang dikembangkan.
a) Proloque: pendahuluan atau langkah persiapan untuk memulai kegiatan perencanaan.
b) Identifying educational planning problems yang mencakup:
i) delineating the scope of educational problem atau menentukan ruang lingkup permasalahan perencanaan,
ii) studying what has been atau mengkaji apa yang telah direncanakan,
iii) determining what has been versus that should be artinya membandingkan apa yang telah dicapai dengan apa yang seharusnya dicapai,
iv) resources and contraints atau sumber daya yang tersedia dan keterbatasannya,
v) estabilishing educational planning parts and priorities artinya mengembangkan bagian-bagian perencanaan dan prioritas perencanaan.
c) Analizing planning problem area artinya mengkaji permasalahan perencanaan yang mencakup:
i) Study areas and systems of subareas artinya mengkaji permasalahan dan sub permasalahan,
ii) gathering date artinya pengumpulan data, tabulating data atau tabulasi data,
iii) forecasting atau proyeksi.
d) Conceptualizing and designing plans, mengembangkan rencana yang mencakup:
i) identifying prevailing trends atau identifikasi kecenderungan-kecenderungan yang ada, (b) estabilishing goals and objective atau merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus,
ii) designing plans, menyusun rencana.
e) Evaluating plan, menilai rencana yang telah disusun tersebut yang mencakup:
i) planning through simulation, simulasi rencana,
ii) evaluating plan, evaluasi rencana,
iii) selecting a plan, memilih rencana.
f) Specifying the plan, menguraikan rencana yang mencakup:
i) problem formulation, merumuskan masalah,
ii) reporting result atau menyusun hasil rumusan dalam bentuk final plan draft atau rencana terakhir.
g) Implementing the plan, melaksanakan rencana yang mencakup:
i) program preparation, persiapan rencana operasional,
ii) plan approval, legal justification, persetujuan dan pengesahan rencana,
iii) organizing operational units, mengatur aparat organisasi.
h) Plan feedback, balikan pelaksanaan rencana yang mencakup:
i) monitoring the plan, memantau pelaksanaan rencana,
ii) evaluation the plan, evaluasi pelaksanaan rencana,
iii) adjusting, altering or planning for what, how, and by whom yang berarti mengadakan penyesuaian, mengadakan perubahan rencana atau merancang apa yang perlu dirancang lagi bagaimana rancangannya, dan oleh siapa
Pendekatan perencanaan pendidikan :
a. Pendekatan Tuntutan sosial (social Demand Aproach)
Pendekatan ini dikenal dengan pendekatan permintaan masyarakat masyarakat yaitu suatu pendekatan yang bersifat tradisional dalam pengembangan pendidikan. Pendektan ini di dasarkan pada tujuan untuk memenuhi tuntutan atau permintaan seluruh individu terhadap pendidikan pada tempat dan waktu tertentu dalam situasi perekonomian sosial, politik dan kebudayaan yang ada pada waktu itu.
b. Pendekatan Ketenagakerjaan (Man Power Aproach)
Dalam pendekatan ketenagakerjaan ini kegiatan-kegiatan pendidikan diarahkan kepada usaha untuk memenuhi kebutuhan nasional akan tenaga kerja. Pada tahap permulaan pembangunan tentu saja memerlukan banyak tenaga kerja dari segala tingkatan dan dalam berbagai jenis keahlian.
c. Pendekatan Nilai Imbalan (Rate of Return Aproach)
Dalam pendekatan ini dipertimbangkan penentuan besarnya investasi dalam dunia pendidikan sesuai dengan hasil, keuntungan atau efektifitas yang akan diperolehnya. Dalam hal ini bukan hanya biaya keseluruhan pendidikan tetapi juga biaya biaya sesuatu jenjang dan jenis pendidikan selalu dibandingkan dengan nilai hasil, seperti misalnya kenaikan pendapatan atau kenaikan produktifitas dari pada orang-orang yang sudah memperoleh pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar